Skip to main content

Mengapa Harus Paham Agama Sebelum Yang Lainnya

    Setiap manusia yang hidup didunia ini pasti membutuhkan agama, dan seperti itulah fitroh atau naluri alami sesungguhnya manusia, sebuah kebohongan bila ada satu kelompok yang mengaku tidak butuh agama dan kemudian tidak mengakui adanya tuhan, dan hanya mereka yang tidak berakal sempurna yang berfikir segala apa yang ada dan terjadi dimuka bumi ini berjalan begitu saja tanpa ada yang mengaturnya.
 
  Salah satu sebab kenapa manusia membutuhkan agama adalah agama sebagai garisan dalam hidup yang mengatur segala aspek kehidupannya, karena tidak mungkin kemudian manusia hidup tanpa ada aturan dan  norma dan hidup sesukanya, bahkan dihutan sekalipun akan tetap terikat dengan aturan paling tidak aturan alam, sepemisal ia harus makan untuk bertahan hidup, memilih makanan yang bisa ia konsumsi agar tidak keracunan, atau bagaimna cara ia agar tidak mati konyol dimakan hewan buas, dan lain sebagainya.

    Hingga dapat kita ketahui bahwa begitu pentingnya sebuah agama bagi manusia, hingga belajar agama ibarat kita belajar bagaimna cara hidup kita sendiri dengan cara yang sesungguhnya, dan bagaimana menjalani hidup dengan benar, yang dapat mengantarkan kita kepada kebahagian, dari awal kehidupan sampai pada kehidupan didunia ini akan berakhir.

    Dan dari sini, setelah kita ketahui dan meyakini bahwa tidak ada agama yang benar didunia ini selain Islam, seperti yang tersebut dalam Al Quran " sesungguhnya agama  disisi Allah ialah Agama Islam " [Ali Imran:19], maka tidak ada jalan lain bagi kita agar bisa meraih kebahagiaan di dunia dan dan akhirat kecuali dengan mempelajari agama Islam ini dengan sebenar-benarnya, karena hanya disitulah kita dapat temukan langkah-langkah hidup yang benar, langsung dari dzat yang maha memberi hidup, adapun ilmu-ilmu yang lain bila bermanfaat dan penting bagi kita akan mengikuti dibelakangnya sebagai ramuan pelezat saja.Allahua'lam. /tn.I

Comments

Popular posts from this blog

Apa Arti 'Tsabat' ?

Tsabat (الثبات) berasal dari kata 'ثبت' yang berarti tetap, mantap dan stabil. Tsabat terhadap pendapat (الثبات على الرأي) berarti konsisten dalam pendirian. Sedang Tsabatnya pemahaman (ثبات المفاهيم) artinya pemahaman yang mantap lagi kokoh.    Allah swt banyak menyebutkan kata tsabat dalam Al Quran,  diantaranya Allah berfirman : (يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ) "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat". [Surat Ibrahim 27] (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ) "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." [Surat Muhammad 7]   Maka hakikatnya Tsabat merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah swt, bagi mereka yang mau mengusahakannya. Oleh karenanya Rasulullah saw ...

Menjadi Al Quran Berjalan

         Seluruh umat Islam sepakat, bahwa Al quran merupakan panduan utama untuk mereka meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Namun tentunya hal itu tidak hanya menjadi ucapan belaka, butuh adanya realisasi nyata.  Maka kewajiban utama adalah menjadikan Al quran jalan hidup dan berjalan dengannya dalam segala aspek kehidupan. Ummul mu'minin Aisyah ra. pernah ditanya tentang bagaimana Akhlaq Rasulullah, beliau berkata :  ' كان خلقه القرآن ' "Akhlaq Rasulullah adalah Al Quran"     Jawaban yang singkat ini menyampaikan pada kita bahwasannya Rasulullah telah sampai pada tingkatan dimana segala bentuk gerak-gerik dalam kehidupan beliau senantiasa mencerminkan apa yang ada dalam Al Qur'an. Oleh karenyanya seringkali pula para sahabat menyebut beliau ibarat Al Quran yang berjalan. Tentunya hal ini tidak mengherankan karena beliaulah sang pembawa dan pengemban risalah. Namun pasti akan menjadi luar biasa bila seorang manusi...

Fitnah Akhir Zaman ( Bagian 2 )

    Setelah kita ketahui dari postingan sebelumnya, kapan Awal fitnah ini mulai, serta bagaimana permisalan Rasulullah terhadap fitnah itu, maka butuh kiranya kita memahami makna sesungguhnya fitnah itu sendiri.     Fitnah, apabila kita tinjau dari segi bahasa memiliki beberapa arti kata, diantaranya fitnah berarti ujian dan cobaan seperti yang tersebut dalam Al Quran " Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan "kami telah beriman" dan mereka tidak diuji ?" ( An Ankabut : 2 )     Fitnah bisa juga berarti pembakaran, Allah berfirman " (hari pembalasan itu ialah) pada hari (ketika) mereka diazab didalam api nereka" ( az zariyat: 13). atau juga berarti kelenjatan dunia atau kebaikan dan keburukannya " kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan" ( al anbiya' :35 ), atau bermakna juga pembunuhan " dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan " ( Al Baqoroh :191) atau fitna...