Skip to main content

Ustadku Seorang PKI

  

  Dewasa ini, bebagai macam ideologi pemikiran dan pemahaman berseliweran bebas dimana-mana, membuat seseorang merasa berhak memilih ideologi yang menurutnya sesuai dengan hati atau pikirannya. Hal ini serasa lumrah karena memang hidup adalah pilihan, dan barangkali ini yang kemudian melatarbelakangi ustadku memilih menjadi seorang PKI.

   Setelah beliau awal-awal mulai berkecimpung dalam dunia dakwah, justru ia memutuskan pilihannya untuk menjadi seorang Pejuang Kejayaan Islam (PKI), meskipun ia tahu untuk menjadi seorang Pejuang Kejayaan Islam akan membutuhkan banyak pengorbanan, baik waktu, harta, atau bahkan nyawa. 

   Namun demikian, ia tetap memegang teguh prinsipnya bahwa menjadi Pejuang Kejayaan Islam (PKI) memang sudah menjadi kewajiban seorang muslim sebagaimana firman Allah :
 " Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang ad-dien apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim,Musa dan Isa yaitu : TEGAKKANLAH ad dien (Agama) dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik dien yang kamu seru mereka kepadanya. Allah memilih untuk ad dien itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (dien)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (QS Asy Syuro :13) 

   Dan justru ia merasa heran kepada mereka yang menamai dirinya beriman, tetapi enggan melelahkan jiwa dan raganya untuk kejayaan Islam, sedang mereka juga mengaku mengaharapkan surga. Mungkinkah mereka telah lupa ? " Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,"Kami telah beriman", sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."[Surah Al-Ankabut ayat 2-3]. 

  Bukankah Allah swt juga telah berfirman : " Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi temanyang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (at taubah: 16) Dan juga "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar". (Ali Imron : 142 ). Wa'allahu a'lam bis showab.

Comments

Popular posts from this blog

Apa Arti 'Tsabat' ?

Tsabat (الثبات) berasal dari kata 'ثبت' yang berarti tetap, mantap dan stabil. Tsabat terhadap pendapat (الثبات على الرأي) berarti konsisten dalam pendirian. Sedang Tsabatnya pemahaman (ثبات المفاهيم) artinya pemahaman yang mantap lagi kokoh.    Allah swt banyak menyebutkan kata tsabat dalam Al Quran,  diantaranya Allah berfirman : (يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ) "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat". [Surat Ibrahim 27] (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ) "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." [Surat Muhammad 7]   Maka hakikatnya Tsabat merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah swt, bagi mereka yang mau mengusahakannya. Oleh karenanya Rasulullah saw ...

Menjadi Al Quran Berjalan

         Seluruh umat Islam sepakat, bahwa Al quran merupakan panduan utama untuk mereka meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Namun tentunya hal itu tidak hanya menjadi ucapan belaka, butuh adanya realisasi nyata.  Maka kewajiban utama adalah menjadikan Al quran jalan hidup dan berjalan dengannya dalam segala aspek kehidupan. Ummul mu'minin Aisyah ra. pernah ditanya tentang bagaimana Akhlaq Rasulullah, beliau berkata :  ' كان خلقه القرآن ' "Akhlaq Rasulullah adalah Al Quran"     Jawaban yang singkat ini menyampaikan pada kita bahwasannya Rasulullah telah sampai pada tingkatan dimana segala bentuk gerak-gerik dalam kehidupan beliau senantiasa mencerminkan apa yang ada dalam Al Qur'an. Oleh karenyanya seringkali pula para sahabat menyebut beliau ibarat Al Quran yang berjalan. Tentunya hal ini tidak mengherankan karena beliaulah sang pembawa dan pengemban risalah. Namun pasti akan menjadi luar biasa bila seorang manusi...

Fitnah Akhir Zaman ( Bagian 2 )

    Setelah kita ketahui dari postingan sebelumnya, kapan Awal fitnah ini mulai, serta bagaimana permisalan Rasulullah terhadap fitnah itu, maka butuh kiranya kita memahami makna sesungguhnya fitnah itu sendiri.     Fitnah, apabila kita tinjau dari segi bahasa memiliki beberapa arti kata, diantaranya fitnah berarti ujian dan cobaan seperti yang tersebut dalam Al Quran " Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan "kami telah beriman" dan mereka tidak diuji ?" ( An Ankabut : 2 )     Fitnah bisa juga berarti pembakaran, Allah berfirman " (hari pembalasan itu ialah) pada hari (ketika) mereka diazab didalam api nereka" ( az zariyat: 13). atau juga berarti kelenjatan dunia atau kebaikan dan keburukannya " kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan" ( al anbiya' :35 ), atau bermakna juga pembunuhan " dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan " ( Al Baqoroh :191) atau fitna...