Skip to main content

Misi Jahat Yang Abadi

   
   Mengusik, melecehkan, merenggut kehormatan, atau bahkan tidak segan untuk menumpahkan darah, membakar api peperangan, Itulah yang mereka lakukan sejak berabad-abad silam, dan nampaknya masih akan terus berlangsung hingga waktu yang tidak ditentukan. Apa kalian mengira mereka akan berhenti ?

     Berawal sejak Risalah kebenaran ini muncul, dibawa oleh Baginda Muhammad Sallallahu 'alaihi wasallam. Gelombang permusuhan dari musuh bebuyutan yang bernama kebatilan, seakan tidak pernah ada henti-hentinya, baik di belahan bumi bagian timur maupun barat. Genosida manusia yang jelas-jelas mencoreng hakat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab dan berperasaan, seakan diabaikan dan tidak patut di pedulikan, hanya karena satu alasan, "Iman", ya.. hanya karena mereka beriman dengan tuhan yang tidak beranak dan tidak pula di peranakkan. 

    Usaha pemusnahan Islam dan pemeluknya terus di lakukan, siasat- demi siasat di susun, setahun tidak mampu lanjut, tahun berikutnya, begitu seterusnya, tidak pernah lelah meski harus berabad-abad lamanya, Sekan kebencian itu telah menjadi harta yang harus di wariskan dari generasi-kegenerasi. 

    Sejarah telah berbicara, semenjak awal kebenaran Islam berpijak di bumi Andalusia pada tahun 92 H. Ribuan kali Batolion jahat telah di kerahkan oleh umat penyembah Isa as, hanya untuk satu tunjuan, "menghanguskan umat Muhammad dari peradaban", sampai akhirnya delapan abad setelahnya usaha mereka berhasil, dan Islam pun akhirnya benar-benar hilang tak tersisa dari daratan sembrang selat gibraltar itu.

     Delapan ratus tahun bukan waktu yang singkat bukan ? dan selama itupula mereka tidak pernah menyerah untuk melancarkan niat jahat mereka. Masihkan kalian berpikir mereka akan berhenti ? Sudah jelas, ketika satu tempat telah usai, maka tempat lainnya akan menjadi sasaran. Dimanakah itu ? tentu saja dimanapun umat Islam berada, bisa jadi Palestina, Yaman, Suriah, Rohingya, atau bahkan bisa jadi  juga Indonesia !!

Comments

Popular posts from this blog

Apa Arti 'Tsabat' ?

Tsabat (الثبات) berasal dari kata 'ثبت' yang berarti tetap, mantap dan stabil. Tsabat terhadap pendapat (الثبات على الرأي) berarti konsisten dalam pendirian. Sedang Tsabatnya pemahaman (ثبات المفاهيم) artinya pemahaman yang mantap lagi kokoh.    Allah swt banyak menyebutkan kata tsabat dalam Al Quran,  diantaranya Allah berfirman : (يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ) "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat". [Surat Ibrahim 27] (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ) "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." [Surat Muhammad 7]   Maka hakikatnya Tsabat merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah swt, bagi mereka yang mau mengusahakannya. Oleh karenanya Rasulullah saw ...

Apa Itu 'Qawaid Fiqhiyah' ? (Part 1)

  Barangkali ilmu yang saat ini belum banyak diketahui olah umat muslim adalah Ilmu 'Qowaid Fiqhiyah'. Salah satu cabang Ilmu yang penting sebagi bekal dalam memutuskan sebuah perkara dalam masalah fiqih. Meskipun tidak sembarangan orang yang bisa menggunakannya, namun tidak ada salahnya bila hanya untuk sekedar tahu apa itu 'Qowaid Fiqhiyah'.   Qowaid Fiqhiyah sejatinya adalah Ilmu yang telah lama ada dan dipraktekkan sejak masa Rasulullah saw dan para sahabat. Namun seperti umumnya cabang Ilmu yang lain, kala itu Qowaid Fiqhiyah baru sebatas pengetahuan yang bersifat praktik, belum ada pembukuan secara khusus, terlebih karena Nash-nash Hadits merupakan bentuk langsung dari Kaidah-kaidah yang ada di Qowaid Fiqhiyah. Hingga akhirnya pada Abad Ke-4 Hijriyah, Qowaid Fiqhiyah mulai dicetuskan sebagai cabang Ilmu tersendiri.   Para Ulama' dari Madzhab Hanafi menjadi yang terdepan dalam masalah ini. Sebagaimana mereka juga menjadi madzhab pertama dari empat m...

Menjadi Al Quran Berjalan

         Seluruh umat Islam sepakat, bahwa Al quran merupakan panduan utama untuk mereka meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Namun tentunya hal itu tidak hanya menjadi ucapan belaka, butuh adanya realisasi nyata.  Maka kewajiban utama adalah menjadikan Al quran jalan hidup dan berjalan dengannya dalam segala aspek kehidupan. Ummul mu'minin Aisyah ra. pernah ditanya tentang bagaimana Akhlaq Rasulullah, beliau berkata :  ' كان خلقه القرآن ' "Akhlaq Rasulullah adalah Al Quran"     Jawaban yang singkat ini menyampaikan pada kita bahwasannya Rasulullah telah sampai pada tingkatan dimana segala bentuk gerak-gerik dalam kehidupan beliau senantiasa mencerminkan apa yang ada dalam Al Qur'an. Oleh karenyanya seringkali pula para sahabat menyebut beliau ibarat Al Quran yang berjalan. Tentunya hal ini tidak mengherankan karena beliaulah sang pembawa dan pengemban risalah. Namun pasti akan menjadi luar biasa bila seorang manusi...