Skip to main content

Anugerah Itu Bernama Indonesia

Indonesia sejak dulu kala.....
Di puja.. Puja - puja bangsa.....

    Buatku, terlahir menjadi warga Indonesia merupakan salahsatu anugerah terindah yang di berikan oleh sang maha pencipta kepadaku. Tanahnya yang subur,  dengan sumber air yang melimpah, perairan lautnya yang luas dengan pantai-pantainya yang mempesona,  membuatku merasa seakan hidup di Surga, maka tidak heran jika banyak bangsa lain yang iri dengan negeriku.

    Tercatat sudah dalam sejarah, ada enam bangsa yang pernah berusaha merampas kekayaan negeri ini bertahun-tahun lamanya, sebut saja :
1. 1509 - 1595 M : Portugis hanya menjajah Maluku, dan berhasil diusir tahun 1595.

2. 1521 - 1692 M : Spanyol hanya menjajah Sulawesi Utara, dan berhasildiusir tahun 1692.

3. 1602 - 1942 M : Belanda menjajah seluruh Indonesia, dan berhasil diusir tahun 1942, tetapi datang kembali tahun 1945, setelah Jepang pergi dan tahun 1949 Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.

4. 1806 - 1811 M : Perancis secara tidak langsung menguasai Jawa, karena kerajaan Belanda takluk pada kekuatan Perancis. Berakhir pada tahun 1811, saat Inggris mengalahkankekuatan Belanda-Perancis di Pulau Jawa.

5. 1811 - 1816 M : Inggris, Kapitulasi Tungtang adalah penjanjian berisi penyerahan Pulau Jawa dari Belanda kepada Inggris. Lalu pada tahun 1816, pemerintah Inggris resmi berakhir menguasai Indonesia.

6. 1942 - 1945 M : Jepang menjajah Indonesia 3,5 tahun,dan berakhir pada1945, sejak kekalahan Jepang kepada sekutu.

 Kendati demikian -mungkin saking kayanya bangsa ini- hingga saat ini kekayaan itu Alhamdulillah belum habis, bahkan masih sangat banyak.

  Namun ironisnya, dengan nikmat dan anugerah sedemikian banyaknya, tidak sedikit dari kami  rakyat bangsa indonesia justru kurang pandai bersyukur, akibatnya kerusakan banyak terjadi, bencana alam terjadi dimana-mana, dan itu semua tidak lain adalah akibat ulah manusianya. Allah Subahanahu wata'ala berfirman " Telah nampak kerusakan di darat dan di laun, akibat ulah tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagaian dari akibat perbuatan mereka, agar kembali (kejalan yang benar) [Ar Rum:41].

 Perlu di ingat bahwa telah menjadi sunnatullah bahwa Allah maha yang maha berkehendak atas segala sesuatu akan mencabut nikmat dari sebuah kaum jika meraka tidak pandai bersyukur, lagi kufur.
Allah berfirman :

(وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ)
"Dan (ingatlah) ketika tuhanmu memaklumkan " Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmatku) maka pasti adzabku sangat berat". [Surat Ibrahim 7]

(وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ)
" Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduknya) mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itulah Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang mereka perbuat". [Surat An-Nahl 112]

  Tidakkah kita takut jika tiba-tiba nikmat yang berupa negeri yang subur, indah dan kaya, tempat kita hidup bersama keluarga terkasih ini, di cabut oleh Allah subhanahu wata'aala !? entah melalu perantara adzab yang pedih, atau penjajahan yang meghinakan sebagaimana dulu pernah terjadi. Naudzubillah bin ndzalik...

  Terlebih bila melihat fenomena negeri akhir-akhir ini. Bohong besar bila negeri di  katakan baik-baik saja, dusta bila negeri ini di sebut aman-aman saja. Bencana banjir yang kronis hingga kini tidak kunjung menemukan obatnya, belum lagi politikus-politikus busuk masih bebas menggerogoti dari dalam bak kangker ganas yang tidak ada putusnya.

  Ditambah lagi isu usaha pencaplokan cina atas indonesia kini mulai nampak kebenarannya, dari jutaan imigran ilegal aseng yang terus berdatangan, sampai pada kabar terakhir pengibaran sang saka merah putih di sejajarkan dengan bendera aseng. Belum lagi ekonomi Indonesia yang di kendalikan oleh sembilan naga tidak hanya isapan jempol belaka.

  Negeri ini sedang sakit, butuh segera di obati. Sekarang keputusannya ada di tangan kita, di biarkan saja sampai penyakit itu menjalar keseluruh tubuh bangsa ini dan akhirnya semua rusak dan tidak mungkin lagi di sembuhkan, ataukah segera amputasi dan buang jauh sel-sel kangker ini hingga tidak mungkin lagi tumbuh dan menggerogoti tubuh bangsa ini.

  Karena berbicara Indonesia bukan hanya untuk kemaslahatan saat ini saja, namun juga untuk generasi-generasi penerus selanjutnya, sebagaimana Bung Tomo dan Jendral Sudirman telah mampu mewariskan bangsa ini kepada kita, maka wajib bagi kita untuk bisa mewariskannya kepada gernerasi-generasi selanjutnya. Karena Indonesia sampai hari kiamat haruslah tetap menjadi Indonesia yang kita cintai.

Disana tempat lahir beta...
Dibuai di besarkan buda...
Tempat berlindung dihari tua...
Sampai akhir menutup mata...




Comments

Popular posts from this blog

Apa Arti 'Tsabat' ?

Tsabat (الثبات) berasal dari kata 'ثبت' yang berarti tetap, mantap dan stabil. Tsabat terhadap pendapat (الثبات على الرأي) berarti konsisten dalam pendirian. Sedang Tsabatnya pemahaman (ثبات المفاهيم) artinya pemahaman yang mantap lagi kokoh.    Allah swt banyak menyebutkan kata tsabat dalam Al Quran,  diantaranya Allah berfirman : (يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ) "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat". [Surat Ibrahim 27] (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ) "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." [Surat Muhammad 7]   Maka hakikatnya Tsabat merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah swt, bagi mereka yang mau mengusahakannya. Oleh karenanya Rasulullah saw ...

Menjadi Al Quran Berjalan

         Seluruh umat Islam sepakat, bahwa Al quran merupakan panduan utama untuk mereka meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Namun tentunya hal itu tidak hanya menjadi ucapan belaka, butuh adanya realisasi nyata.  Maka kewajiban utama adalah menjadikan Al quran jalan hidup dan berjalan dengannya dalam segala aspek kehidupan. Ummul mu'minin Aisyah ra. pernah ditanya tentang bagaimana Akhlaq Rasulullah, beliau berkata :  ' كان خلقه القرآن ' "Akhlaq Rasulullah adalah Al Quran"     Jawaban yang singkat ini menyampaikan pada kita bahwasannya Rasulullah telah sampai pada tingkatan dimana segala bentuk gerak-gerik dalam kehidupan beliau senantiasa mencerminkan apa yang ada dalam Al Qur'an. Oleh karenyanya seringkali pula para sahabat menyebut beliau ibarat Al Quran yang berjalan. Tentunya hal ini tidak mengherankan karena beliaulah sang pembawa dan pengemban risalah. Namun pasti akan menjadi luar biasa bila seorang manusi...

Fitnah Akhir Zaman ( Bagian 2 )

    Setelah kita ketahui dari postingan sebelumnya, kapan Awal fitnah ini mulai, serta bagaimana permisalan Rasulullah terhadap fitnah itu, maka butuh kiranya kita memahami makna sesungguhnya fitnah itu sendiri.     Fitnah, apabila kita tinjau dari segi bahasa memiliki beberapa arti kata, diantaranya fitnah berarti ujian dan cobaan seperti yang tersebut dalam Al Quran " Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan "kami telah beriman" dan mereka tidak diuji ?" ( An Ankabut : 2 )     Fitnah bisa juga berarti pembakaran, Allah berfirman " (hari pembalasan itu ialah) pada hari (ketika) mereka diazab didalam api nereka" ( az zariyat: 13). atau juga berarti kelenjatan dunia atau kebaikan dan keburukannya " kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan" ( al anbiya' :35 ), atau bermakna juga pembunuhan " dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan " ( Al Baqoroh :191) atau fitna...