Skip to main content

Shalat Wajib Ada Enam ?

     Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayah al-Mujtahid, bahwa para ulama berbeda pendapat tentang jumlah shalat yang diwajibkan kepada kaum muslimin.
Pendapat pertama mengatakan bahwa shalat yang diwajibkan kepada kaum muslimin hanya ada lima, yaitu shalat subuh, dzuhur, asar, maghrib dan isya'. Mereka berdalil dengan hadits Nabi saw. yaitu ketika beliau diperjalankan oleh Allah pada malam Isra' Mi'raj.

  أَنَّهُ لَمَّا بَلَغَ الْفَرْضُ إِلَى خَمْسٍ قَالَ لَهُ مُوسَى: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ، قَالَ: فَرَاجَعْتُهُ، فَقَالَ: هِيَ خَمْسٌ، وَهِيَ خَمْسُونَ لَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ» 
"Ketika kewajiban tersebut sampai pada shalat lima waktu, Musa berkata kepadanya: 'Kembali kepada Tuhanmu! Karena sungguh, umatmu tidak akan sanggup melakukan itu.' Nabi bersabda: 'Lalu aku pun kembali.' Maka Allah swt berfirman: 'Shalat itu lima (kali sehari), namun ia lima puluh kali (pahalanya), ketetapanku tidak akan berubah'."

Dalam hadits lain disebutkan, ada seorang Arab badui bertanya kepada Nabi tentang Islam, maka Rasulullah saw. bersabda: "Lima kali shalat dalam sehari semalam." Maka orang itu bertanya lagi: 'Apakah ada kewajiban lain bagiku?' Nabi menjawab:'Tidak, kecuali engkau melakukan amalan sunnah.'
Demikian pendapat dan dalil dari kelompok pertama, di antara mereka adalah Imam Malik, Imam Asy Syafi'i dan yang lainnya.

Adapun yang kedua adalah pendapat Imam Abu Hanifah. Beliau mengatakan bahwa shalat yang diwajibkan kepada kaum muslimin ada enam, yaitu dengan tambahan kewajiban shalat witir. Dalilnya adalah sabda Nabi saw: 
إِنَّ اللَّهَ قَدْ زَادَكُمْ صَلَاةً وَهِيَ الْوِتْرُ فَحَافِظُوا عَلَيْهَا
"Sesungguhnya Allah telah menambahkan kepada kalian satu shalat, yaitu witir, maka peliharalah shalat tersebut." 

Dan juga hadits yang lain, Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya witir adalah haq, maka barang siapa yang tidak shalat witir maka ia bukan dari golongan kami."

Namun Ibnu Ruyd kemudian mengatakan: وَظَاهِرُهُ أَنَّهُ لَا تُزَادُ فِيهَا "dan yang nampak jelas adalah bahwa ia tidak ditambah." sebagaimana hadits Nabi yang telah disebutkan di atas {مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ} "ketetapanku tidak akan berubah." Wallahu a'lam.

Sumber: Kitab Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid

Comments

Popular posts from this blog

Apa Arti 'Tsabat' ?

Tsabat (الثبات) berasal dari kata 'ثبت' yang berarti tetap, mantap dan stabil. Tsabat terhadap pendapat (الثبات على الرأي) berarti konsisten dalam pendirian. Sedang Tsabatnya pemahaman (ثبات المفاهيم) artinya pemahaman yang mantap lagi kokoh.    Allah swt banyak menyebutkan kata tsabat dalam Al Quran,  diantaranya Allah berfirman : (يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ) "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat". [Surat Ibrahim 27] (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ) "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." [Surat Muhammad 7]   Maka hakikatnya Tsabat merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah swt, bagi mereka yang mau mengusahakannya. Oleh karenanya Rasulullah saw ...

Fitnah Akhir Zaman (3 Habis)

        Menjadi salahsatu bentuk fitnah  yang nyata diakhir zaman adalah meratanya perilaku kemungkaran yang diperbuat manusia, yang disebabkan karena telah ditinggalkannya Amar ma'ruf nahi mungkar oleh  orang-orang sholeh. Yang kemudian akan mendatangkan murka dan  adzab Allah yang pedih yang akan menimpa semuanya.       Diriwayatkan Dari Zainab bintu Jahsyin, bahwa Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan muka yang memerah seraya berkata: “La ilaha illallah, celakalah orang-orang Arab, karena keburukan yang telah dekat. Telah terbuka pada hari ini dari dinding Ya`juj dan Ma`juj seperti ini.” –dan Sufyan (seorang perawi) melingkarkan tangannya dalam bentuk angka sepuluh– Kemudian saya (Zainab) berkata: “Ya Rasulullah, apakah kita akan binasa meskipun bersama kita ada orang-orang shalih? Beliau menjawab: “Ya, ketika al-khabats (keburukan) semakin banyak jumlahnya.”      Sebagaimana Allah SWT...

Fitnah Akhir Zaman ( Bagian 1 )

       Dalam sebuat hadits shohih yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, bab: Mawâqit Ash-Shalah, hadits no. 525 [Fath Al-Bâri (2/11)] dan Imam Muslim: Bab Al-Fitan wa Al-Malâhim, hadits no. 144 dan Muslim, diceritaka bahwa suatu ketika  Amiirul Mukminin Umar bin Al khothob ra. duduk-duduk bersama para sahabat  dizamannya, yang disitu ada juga sahabat Hudzaifah bin Al Yaman ra.     Umar bertanya kepada para Sahabat " Adakah diantara kalian yang mengetahui sebuah hadits dari Rasulullah tentang Fitnah Akhir zaman ?". Sebagian sahabat menjawab "Benar kami mengetahuinya wahai Amiirul mukminin". Umar kemudian berkata " Apakah yang kalian maksud fitnah yang menimpa seorang laki-laki terkait keluarga, harta, anak, atau tetangganya yang dapat dilebur dengan shalat, puasa, sedekah, dan melakukan amar makruf dan nahi munkar ?" Sahabat menjawab : "Benar Wahai Amirul mukminin".    Umar berkata "bukan, bukan itu yang aku maksud, t...