Skip to main content

Posts

Ustadku Seorang PKI

     Dewasa ini, bebagai macam ideologi pemikiran dan pemahaman berseliweran bebas dimana-mana, membuat seseorang merasa berhak memilih ideologi yang menurutnya sesuai dengan hati atau pikirannya. Hal ini serasa lumrah karena memang hidup adalah pilihan, dan barangkali ini yang kemudian melatarbelakangi ustadku memilih menjadi seorang PKI.    Setelah beliau awal-awal mulai berkecimpung dalam dunia dakwah, justru ia memutuskan pilihannya untuk menjadi seorang Pejuang Kejayaan Islam (PKI), meskipun ia tahu untuk menjadi seorang Pejuang Kejayaan Islam akan membutuhkan banyak pengorbanan, baik waktu, harta, atau bahkan nyawa.     Namun demikian, ia tetap memegang teguh prinsipnya bahwa menjadi Pejuang Kejayaan Islam (PKI) memang sudah menjadi kewajiban seorang muslim sebagaimana firman Allah :  " Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang ad-dien apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu...

Si Koleris dan Plegmatis Berkarisma

" Ajabbarun fiel Jahiliyyah Khowwaron fiel Islam Ya Umar "     Buat kamu yang percaya dengan teori kepribadian pasti tidak asing dengan kata koleris, benar bukan ?. Ya, Kepribadian yang satu ini memang dikenal sebagai tipe pemimpin ideal. Artinya orang seperti ini paling cocok kalau jadi ketua, namun sayangnya orang model ini cenderung kasar dan kolot.    Konon Umar bin khotob, seorang kholifah yang luas wilayah kekuasaannya mencapai daratan mesir merupakan seorang koleris tulen. Peristiwa pemakzulan Kholid dari panglima barang kali cukup menjelaskan semua, atau sikap ibn mas'ud yang lebih memilih diam ketika pendapatnya berbeda dengan Umar bin Khattab, ketika ditanya kenapa, ia hanya berkomentar "Umar seorang yang berwibawa dan tegas, dan itu membuatku takut" .     Namun bagaimanapun besar wibawa dan kerasnya seorang korelis seperti umar, ternyata mampu takluk dihadapan seorang plegmatis berkarisma seperti Abu Bakar ra., yang menurut teori,...

Umat Islam dan Regenerasi Kepemimpinan

“ Jika di dunia ini kita tidak menegakkan umat baru yang mengemban dakwah dan mengibarkan risalah kebenaran, maka selamat tinggal bagi dunia dan kemanusiaan .”(Hasan Al Banna) Kejayaan sebuah peradaban sangat tergantung dari kemampuan kita mencetak pemimpin masa depan. Untuk mampu menghasilkan pemimpin besar masa depan kita tidak cukup hanya dengan proses yang biasa, namun butuh manajerial yang apik, disertai langkah-langkah kongkrit yang berlandaskan akan pemahaman. Melihat begitu pentingnya adanya sebuah regenerasi kepemimpinan, maka tidak heran bila kita dapati diantara doktrin pemahaman yang di bawa oleh baginda Muhammad saw yang ditanamkan kuat dalam setiap jiwa generasi pada zamannya yaitu generasi para sahabat, terlebih generasi muda mereka adalah "setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya". Maka dari dasar pemahaman inilah lahir sosok-sosok pemimpin ideal seperti Ali bin Abi Tholib, Umar b...

Peradaban Yahudi

      Kaum Yahudi atau yang disebut juga Bani Israil menjadi salah satu kaum yang paling sering disebutkan dalam Al Quran, bukan sesuatu yang kebetulan dan tanpa maksud pastinya, karena mustahil di dalam Al Quran terdapat hal yang sia-sia. Melainkan disitu terdapat Isyarat dari Allah SWT. Bagi kaum Muslimin, agar mereka bisa mengambil pelajaran, karena sungguhnya didalam kisah-kisah mereka mengandung banyak sekali pelajaran; Bagaimana kekufuran mereka terhadap nikmat Allah yang mengakibatkan mereka di azab, dari mereka ada yang di ubah menjadi kera, dan ada pula yang di ubah menjadi babi. Serta bagaimana kerewelan mereka terhadap perintah para Nabi, hingga akibatnya kemurkaan Allah SWT. dijatuhkan kepada mereka.        Dalam sejarahnya bangsa yahudi memiliki kaitan erat dengan kaum muslim. Satu kaidah yang harus selalu diingat oleh kaum muslimin terkait tentang bangsa satu ini, yaitu bahwa bangsa Yahudi sekali-kali tidak akan pernah ridha denga...

Umar : Apa Aku Termasuk Orang Munafik ?

 Salah satu golongan manusia yang dikatakan Celaka dalam Al Qur'an adalah golongan orang-orang munafik, dengan dijanjikan bagi mereka ganjaran yang paling dahsyat yaitu akan ditempatkan pada tingkatan paling bawah dari neraka, dan mereka tidak akan mendapat seorang penolong pun.(Qs.4:144).    Oleh karenanya, tidak heran bila kemudian  banyak dari kalangan sahabat yang sangat takut bila sampai dalam diri mereka terindikasi adanya sifat-sifat orang munafik. Terlebih lagi, telah menjadi ketentuan bahwa Rasulullah tidak pernah langsung memberi tahu siapa saja yang tergolong orang munafik dan siapa yang tidak, meskipun sebenarnya beliau tahu dan bisa saja langsung menyebutkan nama-nama orangnya dengan petunjuk wahyu agar segera bisa di tumpas karena mereka sebenarnya adalah musuh dalam selimut.      Namun demikian Rasulullah selama hidupnya tidak pernah memberitahukan kepada siapapun dari sahabatnya akan daftar orang-orang munafik, kecuali kepad...

Fitnah Akhir Zaman (3 Habis)

        Menjadi salahsatu bentuk fitnah  yang nyata diakhir zaman adalah meratanya perilaku kemungkaran yang diperbuat manusia, yang disebabkan karena telah ditinggalkannya Amar ma'ruf nahi mungkar oleh  orang-orang sholeh. Yang kemudian akan mendatangkan murka dan  adzab Allah yang pedih yang akan menimpa semuanya.       Diriwayatkan Dari Zainab bintu Jahsyin, bahwa Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan muka yang memerah seraya berkata: “La ilaha illallah, celakalah orang-orang Arab, karena keburukan yang telah dekat. Telah terbuka pada hari ini dari dinding Ya`juj dan Ma`juj seperti ini.” –dan Sufyan (seorang perawi) melingkarkan tangannya dalam bentuk angka sepuluh– Kemudian saya (Zainab) berkata: “Ya Rasulullah, apakah kita akan binasa meskipun bersama kita ada orang-orang shalih? Beliau menjawab: “Ya, ketika al-khabats (keburukan) semakin banyak jumlahnya.”      Sebagaimana Allah SWT...

Fitnah Akhir Zaman ( Bagian 2 )

    Setelah kita ketahui dari postingan sebelumnya, kapan Awal fitnah ini mulai, serta bagaimana permisalan Rasulullah terhadap fitnah itu, maka butuh kiranya kita memahami makna sesungguhnya fitnah itu sendiri.     Fitnah, apabila kita tinjau dari segi bahasa memiliki beberapa arti kata, diantaranya fitnah berarti ujian dan cobaan seperti yang tersebut dalam Al Quran " Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan "kami telah beriman" dan mereka tidak diuji ?" ( An Ankabut : 2 )     Fitnah bisa juga berarti pembakaran, Allah berfirman " (hari pembalasan itu ialah) pada hari (ketika) mereka diazab didalam api nereka" ( az zariyat: 13). atau juga berarti kelenjatan dunia atau kebaikan dan keburukannya " kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan" ( al anbiya' :35 ), atau bermakna juga pembunuhan " dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan " ( Al Baqoroh :191) atau fitna...