Skip to main content

Posts

Long March Ciamis - Jakarta, Sejarah Yang Terulang ?

   Hari-hari ini kita di hebohkan dengan aksi nekat yang di lakukan oleh ribuan orang Ciamis yang di dominasi oleh santri dengan long march dari Ciamis menuju Jakarta yang jaraknya kurang lebih 262 KM. untuk memenuhi seruan Aksi Bela Islam 3. Tapi taukah anda bahwa aksi serupa ternyata juga pernah terjadi jauh sebelum terjadinya penistaan agama oleh Ahok ?    Tepatnya pada tanggal 9 November tahun 1948 M. Panglima Besar Soedirman mengeluarkan intruksi tentang pelaksanaan perintah penyusupan dan pembentukan “wehrkreise”, pasukan-pasukan Divisi Siliwangi yang berada di Jawa Tengah kembali ke tempat asal yaitu Jawa Barat. Hal ini di lakukan dalam upaya menyikapi Agresi Militer Kedua yang kembali diluncurkan Belanda Yang mengakibatkan pangkalan Udara Maguwo jatuh dalam hitungan menit, di susul beberapa jam kemudian Yogyakarta pun dikuasai, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta serta seluruh anggota kabinetnya ditangkap kemudian dibuang ke Ende. ...

Anugerah Itu Bernama Indonesia

Indonesia sejak dulu kala..... Di puja.. Puja - puja bangsa.....     Buatku, terlahir menjadi warga Indonesia merupakan salahsatu anugerah terindah yang di berikan oleh sang maha pencipta kepadaku. Tanahnya yang subur,  dengan sumber air yang melimpah, perairan lautnya yang luas dengan pantai-pantainya yang mempesona,  membuatku merasa seakan hidup di Surga, maka tidak heran jika banyak bangsa lain yang iri dengan negeriku.     Tercatat sudah dalam sejarah, ada enam bangsa yang pernah berusaha merampas kekayaan negeri ini bertahun-tahun lamanya, sebut saja : 1. 1509 - 1595 M : Portugis hanya menjajah Maluku, dan berhasil diusir tahun 1595. 2. 1521 - 1692 M : Spanyol hanya menjajah Sulawesi Utara, dan berhasildiusir tahun 1692. 3. 1602 - 1942 M : Belanda menjajah seluruh Indonesia, dan berhasil diusir tahun 1942, tetapi datang kembali tahun 1945, setelah Jepang pergi dan tahun 1949 Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. 4. 1806 - ...

Ketika Di Upuk-Upuk Setan

    Pernah merasakan tatkala kamu menjelang waktu sholat dan saat itu posisimu sedang rebahan, ketika adzan telah di kumandangkan tiba-tiba badanmu serasa berat untuk bangkit beranjak menuju air wudhu dan berangkat sholat jama'ah ? Atau bahkan kamu merasa ngantuk hingga akhirnya kamu tertidur pulas, dan walhasil kamu akhirnya melewatkan sholat secara berjamaah tepat pada waktunya dimasjid, atau justru sampai lewat waktu sholat. Pernah merasakan ?? Kalau kata nenekku dulu, itu namanya kamu sedang di 'Upuk-upuk' setan.     Tentu semuanya sudah tahu bukan, yang namanya setan pasti mengajaknya kepada hal-hal yang buruk, termasuk menunda-nunda sholat. Salalu menggoda manusia, tidak berhasil menggoda dari depan, ganti belakang, tidak berhasil, ganti dari samping kanan, begitu seterusnya, hingga akhirnya tidak ada yang lolos dari godaan itu melainkan hanya sedikit saja.  (ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أ...

Misi Jahat Yang Abadi

       Mengusik, melecehkan, merenggut kehormatan, atau bahkan tidak segan untuk menumpahkan darah, membakar api peperangan, Itulah yang mereka lakukan sejak berabad-abad silam, dan nampaknya masih akan terus berlangsung hingga waktu yang tidak ditentukan. Apa kalian mengira mereka akan berhenti ?      Berawal sejak Risalah kebenaran ini muncul, dibawa oleh Baginda Muhammad Sallallahu 'alaihi wasallam. Gelombang permusuhan dari musuh bebuyutan yang bernama kebatilan, seakan tidak pernah ada henti-hentinya, baik di belahan bumi bagian timur maupun barat. Genosida manusia yang jelas-jelas mencoreng hakat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab dan berperasaan, seakan diabaikan dan tidak patut di pedulikan, hanya karena satu alasan, "Iman", ya.. hanya karena mereka beriman dengan tuhan yang tidak beranak dan tidak pula di peranakkan.      Usaha pemusnahan Islam dan pemeluknya terus di lakukan, siasat- demi siasat di...

Ustadku Seorang PKI

     Dewasa ini, bebagai macam ideologi pemikiran dan pemahaman berseliweran bebas dimana-mana, membuat seseorang merasa berhak memilih ideologi yang menurutnya sesuai dengan hati atau pikirannya. Hal ini serasa lumrah karena memang hidup adalah pilihan, dan barangkali ini yang kemudian melatarbelakangi ustadku memilih menjadi seorang PKI.    Setelah beliau awal-awal mulai berkecimpung dalam dunia dakwah, justru ia memutuskan pilihannya untuk menjadi seorang Pejuang Kejayaan Islam (PKI), meskipun ia tahu untuk menjadi seorang Pejuang Kejayaan Islam akan membutuhkan banyak pengorbanan, baik waktu, harta, atau bahkan nyawa.     Namun demikian, ia tetap memegang teguh prinsipnya bahwa menjadi Pejuang Kejayaan Islam (PKI) memang sudah menjadi kewajiban seorang muslim sebagaimana firman Allah :  " Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang ad-dien apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu...

Si Koleris dan Plegmatis Berkarisma

" Ajabbarun fiel Jahiliyyah Khowwaron fiel Islam Ya Umar "     Buat kamu yang percaya dengan teori kepribadian pasti tidak asing dengan kata koleris, benar bukan ?. Ya, Kepribadian yang satu ini memang dikenal sebagai tipe pemimpin ideal. Artinya orang seperti ini paling cocok kalau jadi ketua, namun sayangnya orang model ini cenderung kasar dan kolot.    Konon Umar bin khotob, seorang kholifah yang luas wilayah kekuasaannya mencapai daratan mesir merupakan seorang koleris tulen. Peristiwa pemakzulan Kholid dari panglima barang kali cukup menjelaskan semua, atau sikap ibn mas'ud yang lebih memilih diam ketika pendapatnya berbeda dengan Umar bin Khattab, ketika ditanya kenapa, ia hanya berkomentar "Umar seorang yang berwibawa dan tegas, dan itu membuatku takut" .     Namun bagaimanapun besar wibawa dan kerasnya seorang korelis seperti umar, ternyata mampu takluk dihadapan seorang plegmatis berkarisma seperti Abu Bakar ra., yang menurut teori,...

Umat Islam dan Regenerasi Kepemimpinan

“ Jika di dunia ini kita tidak menegakkan umat baru yang mengemban dakwah dan mengibarkan risalah kebenaran, maka selamat tinggal bagi dunia dan kemanusiaan .”(Hasan Al Banna) Kejayaan sebuah peradaban sangat tergantung dari kemampuan kita mencetak pemimpin masa depan. Untuk mampu menghasilkan pemimpin besar masa depan kita tidak cukup hanya dengan proses yang biasa, namun butuh manajerial yang apik, disertai langkah-langkah kongkrit yang berlandaskan akan pemahaman. Melihat begitu pentingnya adanya sebuah regenerasi kepemimpinan, maka tidak heran bila kita dapati diantara doktrin pemahaman yang di bawa oleh baginda Muhammad saw yang ditanamkan kuat dalam setiap jiwa generasi pada zamannya yaitu generasi para sahabat, terlebih generasi muda mereka adalah "setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya". Maka dari dasar pemahaman inilah lahir sosok-sosok pemimpin ideal seperti Ali bin Abi Tholib, Umar b...